Seberapa efisien minyak ikan dan suplemen vitamin D?

Seberapa efisien minyak ikan dan suplemen vitamin D?

Anda yang rutin membeli minyak ikan dan suplemen vitamin D bersama harapan sanggup mencegah kanker atau penyakit yang terjalin bersama jantung, mungkin cuma buang-buang uang.

Menyoal efektivitas, ternyata dua suplemen itu terbukti tidak efisien merawat Anda dari persoalan jantung atau kanker.

Bahkan, keduanya tidak lebih baik daripada plasebo di dalam mencegah kanker atau kondisi kardiovaskular seperti serangan jantung, strok sampai kematian tentang jantung.

Begitulah simpulan studi besar baru yang dipresentasikan pada American Heart Association Scientific Sessions di Chicago, dan dirilis di dalam New England Journal of Medicine (NEJM).

Situs Health mengabarkan, studi baru mencakup dua penelitian yang tiap-tiap berfokus pada suplemen vitamin D dan minyak ikan. Studi bertajuk VITAL (Vitamin D and Omega-3 Trial) selanjutnya diklaim sebagai penelitian besar pertama pada suplemen vitamin D, sekaligus pertama dari jenisnya untuk minyak ikan Jaga Imun Selama PPKM, Yuk Ketahui Waktu Tepat Minum Suplemen Vitamin C! .

Penelitian ini amat dinanti-nanti mengingat popularitas ke-2 suplemen makin meningkat di kalangan konsumen.

Dalam sebagian th. terakhir, banyak orang antusias mengonsumsi dua suplemen tersebut. Karena beragam studi menunjukkan kadar vitamin D lebih tinggi terjalin bersama tingkat kanker yang rendah, dan mengonsumsi ikan sanggup turunkan risiko penyakit jantung.

Padahal, sebagaimana dicatat New York Times, tak sekedar berlainan dari sumber alami, studi-studi mengenai kegunaan suplemen tergolong penelitian sugestif dikarenakan sebagian besar berupa observasional. Artinya peneliti cuma lihat pola di dalam sampel orang.

Untuk studi baru, knowledge berasal dari uji klinis terkontrol yang melibatkan nyaris 26.000 orang dewasa sehat tanpa riwayat kanker atau jantung, berusia 50 th. atau lebih.

Para peserta dipantau selama kira-kira lima th. dan dibagi di dalam empat kelompok. Peneliti membandingkan pengaruh kelompok yang setiap hari diminta meminum suplemen minyak ikan berkandungan asam lemak omega 3 dan vitamin D; bersama yang cuma mengonsumsi minyak ikan dan plasebo, vitamin D dan plasebo, serta dua plasebo sehari.

“Hasil ke-2 uji coba itu negatif,” kata Dr. Lawrence Fine dari National Institutes of Health, yang mendanai studi, dikutip NPR.

“Secara keseluruhan, studi menunjukkan tak tersedia satu pun di antara minyak ikan maupun vitamin D yang sanggup turunkan prevalensi penyakit jantung atau kanker,” imbuhnya.

Meski begitu, studi baru ini tak semuanya menyajikan kabar tak sedap.

Pada orang sehat yang mengonsumsi suplemen vitamin D setidaknya selama dua tahun, para peneliti mendapatkan mungkin 25 % lebih rendah dari kematian akibat kanker.

Lalu, biarpun minyak ikan tidak kurangi tingkat semua persoalan jantung serius, mengonsumsi rutin ditemukan turunkan risiko serangan jantung sampai 28 % pada orang dewasa sehat manfaat sop subarashi .

Bahkan, penurunan risiko serangan jantung lebih tinggi atau raih 77 % pada orang-orang yang jarang mengonsumsi ikan di dalam diet keseharian, dan juga orang Afrika-Amerika.

Selain itu, studi mengungkapkan tak tersedia pengaruh samping sungguh-sungguh seperti perdarahan, kadar kalsium darah tinggi atau tanda-tanda gastrointestinal dari mengonsumsi suplemen di dalam penelitian. Artinya, mungkin tidak tersedia bahaya besar bagi Anda yang udah dan akan tetap mengonsumsi suplemen tersebut, selama tidak berlebihan.

Pertanyaannya, bersama sejumlah temuan positif itu, mengapa vitamin D dan minyak ikan masih diartikan tidak efektif?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *